Daftar Isi
- Apakah Islam itu? Apa Tujuan dari Islam
- Teachings of Prophets for Social and Reproduction matters
- 1. What They taught about Faith?
- 2. How Prophets shaped socities for survival and reproduction
- Lima pilar, kitab, dan sektor dalam Islam dan mengapa Islam menghadapi perlawanan dari agama-agama lain?
- Pengingat Al-Quran untuk semua orang
The Creator’s Divine Guidance in Quran:
As we discussed before, about the creation of humans in a pair form, and how their weak physiques create dependencies and their growth on earth brought many social challenges along religion conflicts, and why The Creator sent guidance by angels to chosen individuals (Prophets) to guide humans.
| “Mankind was [of] one religion [community]. And Allah sent the prophets as bringers of good tidings and warners and sent down with them the Book in truth to judge between the people concerning that in which they differed…” Al-Baqarah (2:213)
1. What They taught about Faith? What is the purpose of right belief?
Every Prophet taught about the Tawhid (Worship one God for Unity), belief in one unseen Creator who created human beings and made this life a test (trial) for recording everyone’s actions. And after death, on the day of judgment, He will resurrect everyone for accountability, rewarding those who did good to others and punishing those who did wrong to others, leading to an unimaginable and eternal life in the Hereafter – with the supreme honor of meeting their Lord.
Kehidupan, kematian, kenangan, dan tindakan yang sama dengan efek yang ditimbulkannya bagi manusia lain adalah tanda-tanda yang jelas bagi Kebangkitan.
Purpose of Right Belief:
- Tauhid: Builds unity, equality, and peace in society. Prevents misgudances, divisions and injustice caused by false beliefs.
- Fear of afterlife accountability: Creates self-accountability, even in private actions.
- Harapan akan pahala yang kekal di akhirat mempromosikan tindakan yang benar dan membawa kedamaian dan keadilan dalam kehidupan.
That’s why Shirk (associates with One Creator) is unforgivable sin in Islam, it is main root of misguidance, divisions, long term instabilities in a society.
For Example – A man lives with wrongdoings, driven by wrong belief, and build a chain by influencing others by his words/action. Till his death he didn’t break that wrong chain by reflecting/accepting/declaring himself wrong, for other’s safies. As a result, their influence continues beyond their lifetime, becoming a source of ongoing misguidance for others.
They taught Kehadiran Sang Pencipta is unseen while the trial, so social life is not directly controlled by force or fear. Believe in the one Creator only by seeing his signs in nature. Also, the Creator has already placed the true belief in humans’ hearts and sense of true and false for self-judgment.
- | “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah, (yang Maha) Esa. Allah, Tempat berlindung yang kekal. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.’ Al-Ikhlas (112)
- | “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai...” Aal-e-Imran (3:103)
- | “Demi jiwa dan Dzat yang membentuknya, yang mengilhamkan kepadanya kefasikan dan ketakwaannya, sungguh beruntunglah orang yang menyucikannya.” Asy-Syams (91:7-9)
- | “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni perbuatan syirik (menyekutukan Allah),...” An-Nisa (4:116)
- | “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak berburuk sangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa ....” Al-Hujurat (49:12)
- | “Dan janganlah kamu mengejar apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya ....” Al-Isra (17:36)
- | “Dan seandainya semua pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Al-Luqman (31:27)
- | “Sesungguhnya pada langit dan bumi terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. Dan pada ciptaan-Nya sendiri, dan pada makhluk yang Dia sebarkan, terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang beriman.” Al-Jatsiyah (45:3-4)
- | “Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ruh (ar-Rūḥ). Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhanku. Dan tidaklah manusia diberi pengetahuan kecuali sedikit.” Al-Isra 17:85
True Meaning of Worship?
True meaning of worship is – purifying thoughts, souls, and actions by praising One Creator for everything with patience and gratitude, while seeking forgiveness for own ignorance and mistakes with humility. In the same way as Quran described.
| “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, akan tetapi kebajikan yang sebenarnya adalah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, serta menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.‘ - Al-Baqarah 2:177
